Disfungsi ereksi adalah ketidakmampuan mempertahankan ereksi pada pria. Penyebab disfungsi ereksi adalah karena faktor fisik dan juga psikis. Pada factor psikis, sebagian penderita depresi yang cukup berat akan mengalami disfungsi ereksi. Ada yang mengeluh libido akan menurun ditambah disfungsi ereksi. Yang lain merasakan libido masih normal tetapi ereksi tidak cukup keras lagi. Bila libido masih ada dan masih ingin menikmati seks dengan pasangannya ternyata gagal dilakukan karena ereksi yang tidak keras maka perasaannya makin tertekan atau depresi makin berat. Namun, bila keinginan seks bisa dinikmati dengan ereksi yang keras, gangguan depresi akan lebih mudah disembuhkan bahkan bisa sembuh sendiri. Oleh karena itu, depresi dan disfungsi ereksi perlu diperbaiki sekaligus.
Terapi depresi dilakukan dengan conseling supportive yakn mengemukakan hal-hal yang positif dalam diri pasien. Semua penderita depresi yang merupakan salah satu penyebab disfungsi ereksi selalu melihat hal yang negative dalam pribadinya dan menyalahkan diri. Ini perlu dirubah supaya menilai diri lebih rasional. Dengan penilaian yang lebih rasional, maka tekanan kepada jiwa serta ketegangannya akan berkurang sekaligus perasaan terhadap diri lebih senang. Bila depresi belum sembuh, selain ereksi tidak normal atau disfungsi ereksi dan libido sangat menurun, akibatnya obat-obatan tidak mempan. Ereksi tetap lemah. Karena libido rendah, keinginan seks juga sangat kurang. Kalaupun ada keinginan seks, sebenarnya hanya kewajiban saja.
Perlu diberi tahu pula kepada pasien bahwa penyebab disfungsi ereksi yang dialami ialah faktor kejiwaan bukan faktir fisik. Jelas dinyatakan bahwa semua tubuhnya sehat. Hanya jiwanya yang trganggu. Lalu dijelaskan pula bagaimana jiwanya mengganggu fungsi ereksi yakni karena tegang atau takut maka pembuluh darah dalam penis akan mengalami penyempitan sehingga ereksi gagal. Jadi tiap kali pasien merasa takut atau tegang ereksu akan menjadi lembek. Dengan pengertian fisiknya normal, biasanya pasien akan merasa senang dan yakin akan sembuh. Pasien tidak bingung lagi. Istri juga akan merasa senang yakin suami akan sembuh dan tidak ada gangguan serius sehingga dapat member semangat kepada suami. Kalaupun sementara ereksi belum keras sehingga koitus belum memuaskan istri tidak keberatan.
Selanjutnya mereka disuruh bercumbu dengan santai. Olahraga juga dapat membantu. Sehabis olahraga lalu istirahat atau tidur ereksi akan timbul dengan spontan. Pada saat demikian mereka akan dianjurkan untuk memulai aktivitas seksual. Dinasihatkan agar mereka tidak langsung koitus tetapi saling mencumbu atau merangsang sampai ejakulasi. Bila ereksi sudah keras dan dapat bertahan sampai ejakulasi dini pasien sudah siap untuk koitus.
